Senin, 26 Juli 2010

Satuan Karya (Pramuka)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Ini adalah halaman drafTerkini (belum ditinjau)
Langsung ke: navigasi, cari
Broom icon.svg
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia
Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini.

Satuan Karya Pramuka (Saka) adalah wadah pendidikan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat dan pengalaman para pramuka dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Satuan Karya diperuntukkan bagi para Pramuka Penggalang Terap, Pramuka Penegak dan Pandega, dan para pemuda usia 14-25 tahun dengan syarat khusus. Setiap Saka memiliki beberapa krida, dimana setiap Krida mengkususkan pada sub bidang ilmu tertentu yang dipelajari dalam Satuan karya tersebut. Setiap Krida memiliki SKK untuk TKK Khusus saka yang dapat diperoleh Pramuka yang bergabung dengan Krida tertentu di sebuah Saka.

Satuan Karya Pramuka juga memiliki kegiatan khusus yang disebut Perkemahan Bhakti Satuan Karya Pramuka (PERTISAKA) yang dilaksanakan oleh tiap-tiap saka dan kegiatan yang dilaksanakan secara bersama-sama lebih dari satu saka yang disebut perkemahan antar saka (PERAN SAKA) dimana dimungkinkan tiap saka mentranfer bidang keilmuan masing-masing. Bagian terkecil dari saka disebut krida,

Satuan Karya Pramuka yang dulu ada 7, pada saat ini satu lagi satuan karya pramuka yang dibentuk adalah satuan karya pramuka Wira Kartika yang merupakan hasil kerja sama Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dengan Mabes TNI Angkatan Darat, sehingga satuan karya pramuka pada saat ini ada 8
Daftar isi
[sembunyikan]

* 1 Saka Dirgantara
* 2 Saka Bhayangkara
* 3 Saka Bahari
* 4 Saka Bhakti Husada
* 5 Saka Kencana (Keluarga Berencana)
* 6 Saka Taruna Bumi
* 7 Saka Wanabhakti
* 8 Saka Wira Kartika
* 9 Lihat pula

[sunting] Saka Dirgantara
Logo SakaDirgantara
wing Bhakti Saka Dirgantara

Satuan Karya Pramuka Dirgantara adalah wadah kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang kedirgantaraan guna menumbuhkan kesadaran untuk membaktikan dirinya dalam pembangunan nasional. Ialah Satuan Karya yang membidangi bidang kedirgantaraan, umumnya saka ini hanya berada di wilayah yang memiliki potensi kedirgantaraan atau memiliki landasan udara.

Pelatihan Pramuka Saka Dirgantara umumnya memperbantukan para profesional di bidang kedirgantaraan, TNI AU pihak perusahaan penerbangan dan klub aeromodelling. Pelatihan biasanya diadakan di sebuah Pangkalan Udara tertentu.

Saka Dirgantara meliputi 3 krida, yaitu:

1. Krida Olahraga Dirgantara (ORGIDA)
2. Krida Pengetahuan Dirgantara
3. Krida Jasa Kedirgantaraan

Krida Olah Raga Dirgantara mempunyai 5 SKK, yaitu:

1. Terbang Bermotor
2. Terbang Layang
3. Aeromodelling
4. Terjun Payung
5. Layang Gantung

Krida Pengetahuan Dirgantara mempunyai 5 SKK, yaitu:

1. Aerodinamika
2. Pengaturan Lalu Lintas Udara (PLLU)
3. Meteorologi
4. Fasilitas Penerbangan
5. Navigasi Udara

Krida Jasa Dirgantara mempunyai 4 SKK, yaitu:

1. Teknik Mesin Pesawat
2. Komunikasi
3. Aerial Search And rescue
4. Struktur Pesawat


[sunting] Saka Bhayangkara
Logo Saka Bhayangkara

Satuan Karya Pramuka Bhayangkara adalah wadah kegiatan kebhayangkaraan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam bidang keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), guna menumbuhkan kesadaran berperan serta dalam pembangunan nasional.Ialah Satuan Karya yang membidangi bidang kebhayangkaraan.

Saka Bhayangkara ialah Satuan Karya terbesar dan paling berkembang di Indonesia.Saka Bhayangkara dapat dibentuk di hampir seluruh wilayah Kwartir di Indonesia, tidak terbatas pada suatu sumber daya atau kondisi alam.Dalam pelatihan Saka Bhayangkara, umumnya Gerakan Pramuka bekerjasama dengan pihak Kepolisian Republik Indonesia dan terkadang memperbantukan pihak Dinas Pemadam Kebakaran. Biasanya Saka Bhayangkara berada dibawah pembinaan POLRI.

Saka Bhayangkara meliputi 4 krida, yaitu :

1. Krida Ketertiban Masyarakat (Tibmas)
2. Krida Lalu Lintas (Lantas)
3. Krida Pencegahan dan Penaggulangan Bencana
4. Krida Tindakan Pertama Tempat Kejadian Perkara (TPTKP)

pada krida Pencegahan dan Penanggulangan Bencana terdapat 4 sub krida :

1. Subkrida PASKUD (Pasukan Berkuda)
2. Subkrida PASKAN (Pasukan Anjing Pelacak)
3. Subkrida DAMKAR (Pemada Kebakaran)
4. Subkrida SAR (Search And Rescue)

Pada saat ini Krida saka bhayangkara yang memiliki sub krida PASKUD hanya di wilayah Jakarta Timur, Tepatnya Ranting Pasar Rebo, Ciracas, dan Cipayung. terlahir beberapa aswasada didalamnya, diantaranya : Riyan Pauzan(Ciracas), Dedi Wahyudi(Pasar Rebo), dan Junaedi (Cipayung).
[sunting] Saka Bahari
Logo Saka Bahari

Satuan Karya Pramuka Bahari adalah wadah bagi Pramuka yang menyelenggarakan kegiatan-kegiatan nyata, produktif dan bermanfaat dalam rangka menanamkan rasa cinta dan menumbuhkan sikap hidup yang berorentasi kebaharian termasuk laut dan perairan dalam. Ialah Satuan Karya yang membidangi bidang Kelautan.

Pembinaan Saka Bahari bekerjasama dengan pihak TNI AL, Profesional di bidang Olahraga Air, Departemen Pariwisata dan Departemen Kelautan. Umumnya Saka Bahari hanya berada di wilayah yang memiliki potensi di bidang Bahari.

Saka Bahari meliputi 4 krida, yaitu :

1. Krida Sumberdaya Bahari
2. Krida Jasa Bahari
3. Krida Wisata Bahari
4. Krida Reksa Bahari

[sunting] Saka Bhakti Husada
Logo Saka Bhakti

SATUAN KARYA PRAMUKA BAKTI HUSADA (SAKA BAKTI HUSADA) Satuan Karya Pramuka Bakti Husada disingkat Saka Bakti Husada adalah wadah pengembangan pengetahuan, pembinaan keterampilan, penambahan pengalaman dan pemberian kesempatan untuk membaktikan dirinya kepada masyarakat dalam bidang kesehatan. Saka Bakti Husada diresmikan pada tanggal 17 Juli 1985, dengan dilantiknya Pimpinan Saka Bakti Husada Tingkat Nasional oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Dan kemudian dicanangkan oleh Menkes RI pada tanggal 12 November 1985 sebagai Hari Kesehatan Nasional di Magelang.

Tujuan dibentuknya Saka Bakti Husada adalah untuk mewujudkan kader pembangunan di bidang kesehatan, yang dapat membantu melembagakan norma hidup sehat bagi semua anggota Gerakan Pramuka dan masyarakat di lingkunganya. Kegiatan kesakaan dilaksanakan di gugusdepan dan satuan karya Pramuka disesuaikan dengan usia dan kemampuan jasmani dan rohani peserta didik. Kegiatan pendidikan tersebut dilaksanakan sedapat-dapatnya dengan praktek berupa kegiatan nyata yang memberi kesempatan peserta didik untuk menerapkan sendiri pengetahuan dan kecakapannya dengan menggunakan perlengkapan yang sesuai dengan keperluannya. Yang dapat menjadi anggota Saka Bakti Husada adalah :

1. Pramuka penggalang, usia 14 tahun ke atas, yang sudah mencapai tingkat Penggalang Terap.
2. Pemuda berusia 16-23 tahun, dengan syarat khusus
3. Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega
4. Pamong Saka dan Instruktur tetap.


Saka Bakti Husada meliputi 6 (enam) krida, yaitu :

1. Krida Bina Lingkungan Sehat
2. Krida Bina Keluarga Sehat
3. Krida Penanggulangan Penyakit
4. [[Krida Bina Gizi

]]

5. Krida Bina Obat
6. Krida Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Krida Bina Lingkungan Sehat, terdiri atas 5 (lima) SKK :

1. SKK Penyehatan Perumahan
2. SKK Penyehatan Makanan dan Minuman
3. SKK Pengamanan Pestisida
4. SKK Pengawasan Kualitas Air
5. SKK Penyehatan Air


Krida Bina Keluarga Sehat, terdiri atas 6 (enam) SKK :

1. SKK Kesehatan Ibu
2. SKK Kesehatan Anak
3. SKK Kesehatan Remaja
4. SKK Kesehatan Usia Lanjut
5. SKK Kesehatan Gigi dan Mulut
6. SKK Kesehatan Jiwa

Krida Penanggulangan Penyakit, mempunyai 8 (delapan) SKK :

1. SKK Penanggulangan Penyakit Malaria
2. SKK Penanggulangan Penyakit Demam Berdarah
3. SKK Penanggulangan Penyakit Anjing Gila
4. SKK Penanggulangan Penyakit Diare
5. SKK Penanggulangan Penyakit TB Paru
6. SKK Penanggulangan Penyakit Kecacingan
7. SKK Imunisasi
8. SKK Gawat Darurat
9. SKK HIV / AIDS


Krida Bina Gizi, mempunyai 5 (lima) SKK :

1. SKK Perencanaan Menu
2. SKK Dapur Umum Makanan/Darurat
3. SKK UPGK dalam Pos Pelayanan Terpadu
4. SKK Penyuluh Gizi
5. SKK Mengenal Keadaan Gizi

Krida Bina Obat, meliputi 5 (lima) SKK :

1. SKK Pemahaman Obat
2. SKK Taman Obat Keluarga
3. SKK Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Zat Adiktif
4. SKK Bahan Berbahaya bagi Kesehatan
5. SKK Pembinaan Kosmetik

Krida Bina PHBS, meliputi 5 ( lima ) SKK :

1. SKK Bina PHBS di Rumah
2. SKK Bina PHBS di Sekolah
3. SKK Bina PHBS di Tempat umum
4. SKK Bina PHBS di Instansi Pemerintah
5. SKK Bina PHBS di Tempat kerja


Hasil yang diharapkan setelah mengikuti kegiatan Saka Bakti Husada adalah :

1. Memiliki pengetahuan, keterampilan dan pengalaman di bidang Kesehatan
2. Mampu dan mau menyebarluaskan informasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya mengenai :
a. kesehatan lingkungan
b. kesehatan keluarga
c. penaggulangan berbagai penyakit
d. gizi
e. manfaat dan bahaya obat.
3. Mampu memberikan latihan tentang kesehatan kepada para Pramuka di gugusdepan.
4. Dapat menjadi contoh hidup sehat bagi masyarakat di lingkungannya
5. Memiliki sikap dan perilaku hidup sehat yang lebih mantap.

[sunting] Saka Kencana (Keluarga Berencana)
Logo Saka Kencana

Satuan Karya Pramuka Kencana adalah wadah kegiatan dan pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan keterampilan praktis dan bakti masyarakat, dalam bidang Keluarga Berencana, Keluarga Sejahtera dan Pengembangan Kependudukan.

Pembinaan Saka Kencana berada di bawah Gerakan Pramuka yang bekerjasama dengan Badan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Saka Kencana meliputi 4 krida, yaitu :

1. Krida Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB dan KR)
2. Krida Bina Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS dan PK)
3. Krida Advokasi dan Komunikasi Informasi Edukasi (Advokasi dan KIE)
4. Krida Bina Peran Serta Masyarakat (PSM).

[sunting] Saka Taruna Bumi
Logo Saka Taruna Bumi

Satuan Karya Pramuka Taruna Bumi adalah wadah bagi para Pramuka untuk meningkatkan dan mengembangkan kepemimpinan, pengetahuan, pengalaman, keterampilan dan kecakapan para anggotanya, sehingga mereka dapat melaksanakan kegiatan nyata dan produktif serta bermanfaat dalam mendukung kegiatan pembangunan pertanian.

Pembinaan Saka Taruna Bumi bekerjasama dengan Departemen Pertanian, Dinas Pertanian, LIPI, dan Lembaga Holtikultura.

Saka Tarunabumi meliputi 5 krida, yaitu :

1. Krida Pertanian dan Tanaman Pangan
2. Krida Pertanian Tanaman Perkebunan
3. Krida Perikanan
4. Krida Peternakan
5. Krida Pertanian Tanaman Holtikultura.

[sunting] Saka Wanabhakti
Logo Saka Wanabhakti

Satuan Karya Pramuka Wanabakti adalah wadah bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk melaksanakan kegiatan nyata, produktif dan bermanfaat dalam rangka menanamkan rasa tanggungjawab terhadap pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup.

Pembinaan Saka Wanabhakti bekerjasama dengan Departemen Kehutanan, Perhutani dan LSM Lingkungan Hidup/Lembaga Profesional terkait.

Saka Wanabakti meliputi 4 (empat) krida, yaitu :

1. Krida Tata Wana
2. Krida Reksa Wana
3. Krida Bina Wana
4. Krida Guna Wana.

[sunting] Saka Wira Kartika
Logo Saka Wira Kartika

Satuan Karya Pramuka Wira Kartika baru berupa Satuan Karya Rintisan yang mulai dilaksanakan pada akhir tahun 2007. Pembentukannya berdasarkan Peraturan bersama Kepala Staf Angkatan Darat dengan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka nomor 182/X/2007 dan 199 tahun 2007 tanggal 28 Oktober 2007 tentang kerjasama dalam usaha pembina dan pengembangan pendidikan bela negara dan kepramukaan.

Pengoraganisasian Saka binaan TNI AD ini, tidaklah jauh berbeda dengan Satuan Karya pada umumnya. Namun Demikian Saka Wira Kartika ini memiliki Program Pendidikan yang dibentuk dalam Satuan Krida antara Lain :

1. Krida Survival
2. Krida Pioner
3. Krida Mountainering
4. Krida Navigasi Darat
5. Krida Bintal Juang

[sunting] Lihat pula

* Anggota Gerakan Pramuka
* Daftar istilah kepramukaan
* Kegiatan Pramuka
* Pramuka Penegak

Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Satuan_Karya_(Pramuka)"
Kategori: Pramuka Indonesia

Bisakah Pramuka Mempercepat Pencapaian PHBS di Masyarakat ? Penulis: Yussiana Elza

Bisakah Pramuka Mempercepat Pencapaian PHBS di Masyarakat ?

Penulis: Yussiana Elza


Undang-Undang Nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan, yang pada pasal 9 menyebutkan bahwa pembangunan kesehatan bertujuan meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemauan masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Dengan demikian masyarakat secara luas termasuk generasi muda bukan hanya menjadi obyek pembangunan kesehatan, melainkan juga menjadi subyek pembangunan kesehatan.

Salah satu potensi generasi muda adalah Gerakan Pramuka. Gerakan Pramuka sebagai suatu organisasi pendidikan kepanduan yang memiliki anggota terbesar di dunia dan sebagai organisasi non-formal terbesar di Indonesia memiliki segmen peserta didik dari anak-anak, remaja dan orang dewasa. Tujuan Gerakan Pramuka ini mendidik dan membina kaum muda Indonesia guna mengembangkan mental, moral, spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisik sehingga menjadi : Manusia berkepribadian, berwatak, dan berbudi pekerti luhur yang: (1) beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, kuat mental, emosional, dan tinggi moral, (2) tinggi kecerdasan dan mutu keterampilannya, (3) kuat dan sehat jasmaninya. Dengan demikian Gerakan Pramuka memiliki nilai strategis untuk mengadopsi dan menyebarluaskan nilai-nilai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan harapan kualitas generasi muda semakin meningkat.

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat merupakan esensi dan hak asasi manusia untuk tetap mempertahankan kelangsungan hidupnya. Terkait hal tersebut, kualitas manusia secara komprehensif diukur berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang merupakan indikator gabungan dari segi ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Indikator derajat kesehatan masyarakat diukur dari umur harapan hidup (UHH) yang terkait erat dengan angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan status gizi bayi dan balita.

AKI, AKB, dan status gizi buruk/kurang pada bayi dan balita sangat terkait dengan faktor perilaku seperti perilaku pemeriksaan kehamilan, pertolongan persalinan pada tenaga kesehatan, pemenuhan gizi ibu dan anak. Oleh karena itu, aspek perilaku harus menjadi perhatian utama dalam meningkatkan status kesehatan masyarakat yang merupakan pilar utama dalam visi pembangunan kesehatan yaitu terwujudnya Indonesia Sehat, yang menggambarkan penduduk yang hidup dalam lingkungan yang sehat, berperilaku hidup sehat, serta mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu, adil dan merata serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

PHBS atau Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya. Pembinaan PHBS dilakukan melalui pendekatan tatanan, karena setiap orang hidup dalam tatanannya, yang saling mempengaruhi dan menimbulkan interaksi yang dinamis antar berbagai pribadi dalam tatanannya, sehingga diharapkan dapat memacu peningkatan perilaku positif antar anggota dalam tatanan tersebut. Memantau, menilai dan mengukur tingkat kemajuan tatanan adalah lebih mudah dibandingkan dengan perorangan. Ada lima tatanan dalam PHBS yaitu : PHBS di Rumah Tangga, PHBS di Sekolah, PHBS di Tempat-tempat Umum, PHBS di Tempat Kerja dan PHBS di Institusi Kesehatan. Data Riskesdas tahun 2007 diketahui bahwa pencapaian angka Rumah Tangga Ber-PHBS adalah sebesar 37,8 % sedangkan target yang ingin dicapai pada tahun 2007 adalah 44 %. Dan target pada tahun 2010 adalah 65% Rumah Tangga Ber-PHBS. Pada tatanan lainnya belum terdata.

Sejalan dengan proses pembelajaran dalam Gerakan Pramuka yang interaktif, partisipatif, progresif, sepanjang hayat dalam nuansa rekreasi edukatif, di alam terbuka dan persaudaraan, Gerakan Pramuka melalui Saka Bakti Husada sangat tepat digunakan sebagai wahana dalam mempercepat pencapaian PHBS di lima tatanan tersebut. Satuan Karya Pramuka (Saka) Bakti Husada merupakan wujud kesepakatan antara Kwarnas Gerakan Pramuka dengan Departemen Kesehatan pada tanggal 17 Juli 1985.

Saka dalam Gerakan Pramuka merupakan wadah pendidikan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat dan meningkatkan pengetahuan, kemampuan, ketrampilan dan pengalaman Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dalam berbagai bidang kejuruan / teknologi. Saka akan memotivasi peserta didik untuk melaksanakan kegiatan karya nyata dan produktif sehingga dapat memberi bekal bagi kehidupan dan pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa dan negara. Selain itu sesuai dengan aspirasi kaum muda Indonesia dan tuntutan perkembangan pembangunan dalam rangka peningkatan ketahanan nasional, sebagai komitmen terhadap kode kehormatan yaitu Satya dan Darma Pramuka.

Ada delapan Saka dalam Gerakan Pramuka. Saka yaitu Saka Tarunabumi, Saka Dirgantara, Saka Bahari, Saka Bhayangkara, Saka Wana Bakti, Saka Kencana, Saka Bakti Husada dan Saka Kartika.

Saka Bakti Husada adalah wadah pengembangan pengetahuan, pembinaan keterampilan, penambahan pengalaman dan pemberian kesempatan bagi anggota pramuka untuk membaktikan dirinya kepada masyarakat dalam bidang kesehatan. Saat ini anggotanya telah tersebar di seluruh pelosok tanah air, hingga di tingkat kwartir ranting dan di beberapa daerah membentuk kelompok-kelompok Saka Bakti Husada di sekolah-sekolah dan akademi kesehatan yang terhimpun dalam satuan Gugusdepan (Gudep).

Gudep adalah suatu kesatuan organik terdepan dalam Gerakan Pramuka yang merupakan wadah untuk menghimpun anggota Gerakan Pramuka dalam penyelenggaraan kepramukaan, serta sebagai wadah pembinaan bagi anggota muda dan anggota dewasa muda (Kep. Kwarnas No. 231 tahun 2007). Sebagai satuan organik terdepan berperan dalam memberi solusi dalam menangani masalah-masalah kemasyarakatan seperti masalah-masalah kesehatan, antara lain melalui pembinaan kepada peserta didik oleh pembina Gudep. Data yang tersedia di Kwarnas tahun 2008 menyebutkan jumlah Gudep sebanyak 275.048 dengan jumlah peserta didik + 16 juta (16.374.299) orang. Dari jumlah tersebut diatas, sekitar 20% adalah Pramuka Penegak dan Pandega, diperkirakan 2,5%nya adalah anggota Saka Bakti Husada. Bila dibandingkan dengan anggota kepanduan sedunia tanpa Indonesia hanya 19 juta orang.

Dengan demikian, Saka Bakti Husada dalam Pembangunan Kesehatan perannya sangat diperlukan untuk :

• Meningkatkan citra Gerakan Pramuka dalam pengabdian kepada masyarakat khususnya di bidang kesehatan

• Membekali peserta didik anggota Pramuka tentang pengetahuan dan ketrampilan di bidang kesehatan

• Menyiapkan kader bangsa khususnya kader di bidang kesehatan

• Menjadi contoh dan pelopor hidup sehat bagi generasi muda dan masyarakat sekitarnya

• Mendorong kesadaran, kemauan, dan kemampuan generasi muda melalui gerakan kepramukaan untuk hidup sehat

• Memelihara dan meningkatkan kesehatan perseorangan, keluarga, masyarakat dan lingkungannya.

Peran ini telah dijabarkan dalam implementasi enam Krida Saka Bakti Husada yakni Krida Bina Keluarga Sehat, Krida Bina Lingkungan Sehat, Krida Penanggulangan Penyakit, Krida Bina Gizi, Krida Bina Obat dan Krida Bina Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Krida Bina PHBS muncul karena Perilaku Hidup Bersih dan Sehat merupakan salah satu pilar untuk mencapai Indonesia Sehat. Saka Bakti Husada sebagai wadah pembinaan kaum muda di bidang kesehatan perlu mempelajari tentang PHBS. Implementasinya dalam bentuk Krida Bina PHBS. Untuk itu pembinaan Krida Bina PHBS dalam Saka Bakti Husada perlu dilaksanakan secara berkesinambungan.

Dalam Krida, keterampilan distandarisasi dalam bentuk Syarat Kecakapan Khusus (SKK), dan peserta didik Pramuka yang berhasil kemudian diberikan Tanda Kecakapan Khusus (TKK) sebagai pengakuan bahwa yang bersangkutan terampil sesuai kecakapan khusus yang dipelajarinya. Sesuai dengan pembinaan PHBS melalui pendekatan lima tatanan, terdapat lima SKK dalam Krida Bina PHBS yaitu SKK PHBS di Rumah Tangga, SKK PHBS di Sekolah, SKK PHBS di Tempat-tempat Umum, SKK PHBS di Tempat Kerja, dan SKK PHBS di Institusi Kesehatan.

Setiap SKK memiliki syarat PHBS sesuai tatanannya. Contohnya, pada SKK PHBS di Rumah Tangga, syarat Rumah Tangga ber-PHBS adalah :

1)Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan

2)Memberi bayi ASI eksklusif

3)Menimbang balita setiap bulan

4)Menggunakan air bersih

5)Mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun

6)Menggunakan jamban

7)Memberantas jentik di rumah.

8)Makan sayur dan buah setiap hari

9)Melakukan aktivitas fisik setiap hari

10) Tidak merokok di dalam rumah

Perilaku-perilaku tersebutlah yang diharapkan dapat diterapkan, disampaikan atau dianjurkan oleh para peserta didik di Gudep kepada teman sebaya, keluarga dan masyarakat sekitar.

Untuk itu sejak inisiasi Krida Bina PHBS tahun 2007 lalu, Pusat Promosi Kesehatan telah melakukan berbagai upaya dalam pembinaan PHBS melalui Krida Bina PHBS. Tahun 2007 Pusat Promosi Kesehatan memulainya dengan membuat "tools" terlebih dahulu yaitu menyusun Buku Kecakapan Khusus Krida Bina PHBS bagi Pamong dan Instruktur Saka Bakti Husada dan Leaflet SKK PHBS di Rumah Tangga, SKK PHBS di Sekolah, SKK PHBS di Tempat-tempat Umum, SKK PHBS di Tempat Kerja, dan SKK PHBS di Institusi Kesehatan untuk peserta didik Pramuka (Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega). Pada tahun 2008, Pusat Promosi Kesehatan mulai melakukan pelatihan sebagai "transfer of knowledge" PHBS kepada Pamong dan Instruktur Saka Bakti Husada yaitu Pelatihan Pelatih Pembina Pramuka dan Instruktur tentang Krida Bina PHBS Saka Bakti Husada dan Pelatihan Pendidikan Kelompok Sebaya Krida Bina PHBS Bagi Pembina Gudep Saka Bakti Husada untuk 11 provinsi yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sumatera Barat, Lampung, Kalimantan Barat dan Gorontalo. Kegiatan pelatihan didahului penyusunan modul pelatihan yaitu Pedoman Pelatihan Pelatih Pembina Pramuka dan Instruktur tentang Krida Bina PHBS Saka Bakti Husada dan Pedoman Pendidikan Kelompok Sebaya Krida Bina PHBS bagi anggota Saka Bakti Husada. Untuk tahun 2009 kegiatan pelatihan berlanjut pada 11 provinsi lainnya yaitu Nanggroe Aceh Darussalam, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Papua. Tentu saja dukungan pemerintah daerah berupa kebijakan dan dana sangatlah diperlukan. Selain peran aktif Pimpinan Saka Bakti Husada, Kwartir dan Lemdika di setiap level serta gudep sebagai ujung tombaknya.

Semoga saja niat mulia tersebut sejalan dengan lagu Pramuka berikut : "Apakah bisa menjadi terbaik ? Terus menerus tidak pernah salah ?"

SATUAN KARYA PRAMUKA BAKTI HUSADA (SAKA BAKTI HUSADA)

Satuan Karya Pramuka (Saka) Bakti Husada adalah wadah pengembangan pengetahuan, pembinaan keterampilan, penambahan pengalaman dan pemberian kesempatan untuk membaktikan dirinya kepada masyarakat dalam bidang kesehatan.

Saka Bakti Husada diresmikan pada tanggal 17 Juli 1985, dengan dilantiknya Pimpinan Saka Bakti Husada Tingkat Nasional.
Tujuan dibentuknya Saka Bakti Husada adalah untuk mewujudkan kader pembangunan di bidang kesehatan, yang dapat membantu melembagakan norma hidup sehat bagi semua anggota Gerakan Pramuka dan masyarakat di lingkunganya.
Kegiatan kesakaan dilaksanakan di gugusdepan dan satuan karya Pramuka disesuaikan dengan usia dan kemampuan jasmani dan rohani peserta didik. Kegiatan pendidikan tersebut dilaksanakan sedapat-dapatnya dengan praktek berupa kegiatan nyata yang memberi kesempatan peserta didik untuk menerapkan sendiri pengetahuan dan kecakapannya dengan menggunakan perlengkapan yang sesuai dengan keperluannya.

Yang dapat menjadi anggota Saka Bakti Husada adalah :
1. Pramuka penggalang, usia 14 tahun ke atas, yang sudah mencapai tingkat Penggalang Terap.
2. Pemuda berusia 16-23 tahun, dengan syarat khusus
3. Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega
4. Pamong Saka dan Instruktur tetap.


Saka Bakti Husada meliputi 5 (lima) krida, yaitu :
1. Krida Bina Lingkungan Sehat
2. Krida Bina Keluarga Sehat
3. Krida Penanggulangan Penyakit
4. Krida Bina Gizi
5. Krida Bina Obat.
Krida Bina Lingkungan Sehat, terdiri atas 5 (lima) SKK :
1. SKK Penyehatan Perumahan
2. SKK Penyehatan Makanan dan Minuman
3. SKK Pengamanan Pestisida
4. SKK Pengawasan Kualitas Air
5. SKK Penyehatan Air.


Krida Bina Keluarga Sehat, terdiri atas 6 (enam) SKK :
1. SKK Kesehatan Ibu
2. SKK Kesehatan Anak
3. SKK Kesehatan Remaja
4. SKK Kesehatan Usia Lanjut
5. SKK Kesehatan Gigi dan Mulut
6. SKK Kesehatan Jiwa.
Krida Penanggulangan Penyakit, mempunyai 8 (delapan) SKK :
1. SKK Penanggulangan Penyakit Malaria
2. SKK Penanggulangan Penyakit Demam Berdarah
3. SKK Penanggulangan Penyakit Anjing Gila
4. SKK Penanggulangan Penyakit Diare
5. SKK Penanggulangan Penyakit TB. Paru
6. SKK Penanggulangan Penyakit Kecacingan
7. SKK Imunisasi
8. SKK Gawat Darurat.


Krida Bina Gizi, mempunyai 5 (lima) SKK :
1. SKK Perencanaan Menu
2. SKK Dapur Umum Makanan/Darurat
3. SKK UPGK dalam Pos Pelayanan Terpadu
4. SKK Penyuluh Gizi
5. SKK Mengenal Keadaan Gizi.
Krida Bina Obat, meliputi 5 (lima) SKK :
1. SKK Pemahaman Obat
2. SKK Taman Obat Keluarga
3. SKK Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Zat Adiktif
4. SKK Bahan Berbahaya bagi Kesehatan
5. SKK Pembinaan Kosmetik

Hasil yang diharapkan setelah mengikuti kegiatan Saka Bakti Husada adalah :
1. Memiliki pengetahuan, keterampilan dan pengalaman di bidang Kesehatan
2. Mampu dan mau menyebarluaskan informasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya mengenai :
a. kesehatan lingkungan
b. kesehatan keluarga
c. penaggulangan berbagai penyakit
d. gizi
e. manfaat dan bahaya obat.
3. Mampu memberikan latihan tentang kesehatan kepada para Pramuka di gugusdepan.
4. Dapat menjadi contoh hidup sehat bagi masyarakat di lingkungannya
5. Memiliki sikap dan perilaku hidup sehat yang lebih mantap.
Last Updated on Friday, 08 May 2

Minggu, 25 Juli 2010

500 Siswa Se-Pulau Seribu Ikuti Kegiatan Pramuka

Jumat, 25 Juni 2010 - 18:53 WIB
| More
500 Siswa Se-Pulau Seribu Ikuti Kegiatan Pramuka

PULAU UNTUNG JAWA (Pos Kota) – Sekitar 500 siswa SMP se- Pulau Seribu mengikuti kegiatan Pramuka di Pulau Untung Jawa. Kegiatan ini dalam upaya membantu para pelajar di Kepulauan Seribu menjadi masyarakat mandiri tanpa membebani orang lain.

Dalam kegiatan itu, selain melakukan kerja bakti seperti bersih-besih, PSN (Penyemprotan Sarang Nyamuk) dan ada kegiatan lain yang bersentuhan dengan masyarakat.

Kegiatan Pramuka ini dibuka langsung oleh Bupati Kepulauan Seribu H Burhanuddin. Dalam kesempatan itu dia berpesan kepada seluruh peserta Pramuka supaya ikut serta andil dalam membangun Kepulauan Seribu.

“Saya berharap dengan adanya kerjasama dan rasa memiliki apa yang kita harapkan akan tercapai dengan mudah,” jelas Bupati.

Setelah membuka kegiatan Pramuka tersebut, Bupati bersama dengan masyarakat dan para pelajar langsung melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan serta PSN (Penyemprotan Sarang Nyamuk).

Dengan dilakukan kegiatan ini diharapkan palau Untung Jawa terlihat bersih, rapi, indah dan tertata. Selain itu juga supaya masyarakat maupun para wisata yang dating ke pulau tersebuty terhindar dari serangan nyamuk yang mematikan ini.

Kegiatan PSN sendiri kata Burhanuddin, memang sudah di lakukan pemerintah secara rutin yakni satu minggu sekali. “Memang kami secara rutin telah melakukan penyemprotan sarang nyamuk. Lokasi yang kami semprot itu setiap satu minggu selalu berpindah-pindah. Dengan cara seperti ini diharapkan masyarakat akan terhindar dari nyamuk yang mematikan tersebut,”ungkap Burhanuddin.

Bupati juga berpesan kepada seluruh masyarakat Kepulauan Seribu selain melakukan penyemprotan juga menerapkan system tiga M (Mengubur, Menguras dan Menutup). Selain itu sekitar lokasi juga harus terlihat bersih sehingga tidak dimanfaatkan untuk sarang nyamuk. (wandi/dms)

Pola hidup Sehat Kanjeng Nabi Muhammad

Ditengah kesibukan kerja, sewaktu membongkar-bongkar tumpukan buku-buku di perpustakaan kantor guna mencari dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk rapat Densus (Departemen Khusus) Ekonomi Kerakyatan PATTIRO Magelang yang mengurusi berbagai usaha mandiri lembaga untuk pengembangan ekonomi masyarakat Magelang, secara tak sengaja menemukan sebuah majalah berjudul ALIA. Entah punya siapa dan saya juga baru tahu ada majalah berjudul seperti itu.

Yang menarik adalah ketika membuka-buka majalah itu menemukan tulisan tentang “Gaya Hidup Sehat ala Rasulullah”. Maka cepat-cepat saya ambil itu dan saya ketik ulang untuk diposting, meskipun sudah banyak menuliskannya di dunia maya ini. Tapi saya nggak tulis semuanya, saya ambil pada sub judul Pola Hidup Sehat Rasulullah saja. Dan berikut pola hidup sehat Kanjeng Nabi Muhammad SAW tersebut.

Pertama, Asupan awal ke dalam tubuh Rasulullah adalah udara segar di subuh hari. Beliau bangun sebelum subuh dan melaksanakan qiyamul lail. Para pakar kesehatan menyatakan bahwa udara sepertiga malam terakhir sangat kaya dengan oksigen dan belum terkotori oleh zat-zat lain, sehingga sangat bermanfaat untuk mengoptimalisasi metabolisme tubuh. Hal ini jelas sangat besar dan pengaruhnya terhadap vitalitas seseorang dalam aktivitasnya selama seharian penuh.

Kedua, Di pagi hari, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam menggunakan siwak untuk menjaga kesehatan mulut dan giginya. Mulut dan gigi merupakan organ tubuh yang sangat berperan dalam konsumsi makanan. Apabila mulut dan gigi sakit, maka biasanya proses konsumsi makanan menjadi terganggu

Ketiga, Di pagi hari pula Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam membuka menu sarapannya dengan segelas air putih yang dicampur dengan sesendok madu asli. Khasiatnya luar biasa. Dalam Al Qur’an, madu merupakan syifaa (obat) yang diungkapkan dengan isim nakiroh, menunjukkan arti umum dan menyeluruh. Hal ini berarti pada dasarnya madu bisa menjadi obat atas berbagai penyakit.

Keempat, Masuk waktu dhuha (pagi menjelang siang), Rasulullah SAW senantiasa mengkonsumsi 7 butir kurma ajwa (matang). Beliau pernah bersabda,”Barang siapa makan tujuh butir kurma maka kan terlindung dari racun.”

Kelima, Menjelang sore hari, menu Rasulullah biasanya adalah cuka dan minyak zaitun yang dikonsumsi dengan makanan pokok seperti roti. Manfaatnya banyak sekali, diantaranya mencegah lemah tulang, kepikunan di hari tua, melancarkan, menghancurkan kolesterol, dan melancarkan pencernaan. Roti dicampur cuka dan minyak zaitun juga berfungsi untuk mencegah kanker dan menjaga suhu tubuh di musim dingin

Keenam, Di malam hari, menu utama makan malam Rasulullah adalah sayur-sayuran. Secara umum sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama yaitu menguarkan daya tahan tubuh dan melindunginya dari serangan penyakit

Ketujuh, Rasulullah SAW tidak langsung tidur setelah makan malam. Beliau beraktivitas terlebih dahulu supaya makanan yang dikonsumsi masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah dicerna. Caranya bisa juga dengan shalat. Rasulullah SAW bersabda,”Cairkan makanan kalian dengan berdzikir kepada Allah SWT dan shalat, serta janganlah kalian langsung tidur setelah makan, karena dapat membuat hati kalian menjadi keras.”(HR Abu Nu’aim dari Aisyah r.a.)

Kedelapan, Rasulullah SAW sering menyempatkan diri untuk berolahraga. Terkadang beliau berolahraga sambil bermain dengan anak-anak dan cucu-cucunya. Pernah pula beliau lomba lari dengan istri tercintanya Aisyah r.a. Olahraga diakui oleh para pakar kesehatan sangat bermanfaat bagi tubuh.

Kesembilan Rasulullah SAW tidak menganjurkan umatnya untuk begadang. Karena itulah beliau tidak menyukai berbincang-bincang dan makan sesudah waktu isya. Biasanya beliau tidur lebih awal supaya bisa bangun lebih pagi. Istirahat yang cukup dibutuhkan oleh tubuh karena tidur termasuk hak tubuh.

Itulah pola hidup sehat yang diajarkan oleh Sang Revolusioner Sejati, Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Tinggal kita sebagai para pengikutnya ini mampu dan mau mengamalkannya atau tidak demi menjaga kesehatan. Dan pada intinya, memang apa yang diajarkan Kanjeng Nabi ini adalah pola preventif alias pencegahan dari sakit. Mencegah lebih baik dan lebih murah daripada mengobati. Apabila ajaran ini diamalkan maka yang terjadi bukan saja hanya Mengembalikan Jati Diri Bangsa namun mengembalikan jati diri manusia seutuhnya.

Dokter: Jangan Mengeluh Agar Tetap Sehat

Rabu, 26 Maret 2008 19:20 WIB | Iptek | | Dibaca 823 kali
Surabaya (ANTARA News) - Ketua Masyarakat Paliatif Indonesia Cabang Surabaya, dr Agus Ali Fauzi PGD Pall Med (ECU) mengemukakan, tips sehat dengan menyarankan agar manusia tidak mudah mengeluh atau sakit hati setiap menyikapi suatu peristiwa.

"Manusia bisa sehat dengan banyak bersyukur atas semua karuania yang diberikan Sang Pencipta. Jangan mudah marah, jangan mudah tersinggung, jangan mudah sakit hati dan jangan mudah mengeluh," katanya dalam cermah kesehatan di hadapan ribuan prajurit TNI AL di Kobangdikal Surabaya, Rabu.

Ceramah oleh dokter yang sehari-hari bertugas di RSU Dr Soetomo Surabaya untuk memeriahkan Maulid Nabi Muhammad SAW itu bertajuk, "Sehat, Ikhlas, Sukses dan Tip Menjalani Hidup".

Menurut dia, perilaku sehat dan ikhlas merupakan salah satu sisi yang telah di contohkan Muhammad sebagai nabi dan rasul terakhir utusan Allah yang membawa ajaran dengan konsep "rahmatan lil `aalamiin" atau menjadi rahmat bagi semua isi alam.

"Perbanyak senyum kemudian melakukan aktivitas dengan ikhlas. Jangan lupa juga berdoa dan banyak mendekatkan diri pada Tuhan. Itu semua menjadi resep mujarab untuk bisa hidup secara sehat," kata alumni Fakultas Kedokteran Unair tahun 1988 itu.

Selain bersikap sabar dalam menghadapi masalah, pria kelahiran Surabaya tahun 1963 itu, juga mengingatkan agar manusia melakukan olahraga teratur, makan cukup dengan gizi berimbang dan istirahat secukupnya.

Sementara Komandan Kobangdikal, Laksda TNI Edhi Nuswantoro meminta prajuritnya yang beragama Islam untuk berusaha meneladani sikap dan perilaku Nabi Muhammad SAW.

"Karena itu, peringatan maulid Nabi jangan hanya sekedar seremonial saja. Kita harus mampu mengambil hikmah dan manfaat serta mengingat kembali bahwa Nabi Muhammad diutus oleh Allah SWT untuk menyempurnakan akhlak manusia dari dekadensi moral yang berdampak pada ketidakharmonisan hubungan antarmanusia serta kerusakan lingkungan," katanya.(*)

COPYRIGHT © 2008

Ikuti berita terkini di handphone anda http://m.antaranews.com
Simpan dan akses berita ini dari HP anda dengan kode QR dibawah ini.

365 TIPS SEHAT ALA RASULULLAH

Penulis : dr. Mohammad Ali Toha Assegaf
Penerbit : Hikmah
Harga : Rp 36000.00
ISBN : 978-979-114-268-7


Pencarian pada
Google Book Search



Dr. Mohammad Ali Toha Assegaf merumuskan gaya hidup sehat Nabi Muhammad Saw. serta kesehatan islami dan alami dalam konsep Smart Healing, dengan berbekal pengalaman praktiknya sebagai dokter selama lebih dari 20 tahun. Konsep tersebut dijabarkan dalam 365 tips harian yang halal, islami, manfaat, murah, aman, dan holistik, di antaranya:

* menjaga kebersihan dan penampilan diri, serta mengendalikan emosi, dan bersilaturahmi;

* memilih makanan yang baik untuk dikonsumsi dan mengatur pola makan;

* memilih obat dan pengobat yang tepat;

* beribadah dan berdoa untuk memberikan efek positif bagi kesehatan;

* menjaga keselarasan lingkungan.



Anda bisa mempraktikkannya dengan mudah tanpa harus mencerna penjelasan yang begitu rumit. Ingin hidup sehat? Ikuti petunjuk Sang Nabi dalam buku ini.



KELEBIHAN:

Berisi tips-tips kesehatan sesuai yang dicontohkan Rasulullah Saw. yang bisa langsung dipraktikkan selama 365 hari/setahun. Lengkap mengulas mulai dari pola makan, perilaku sehari-hari hingga doa dan ibadah.

Ditulis seorang dokter yang mengkaji & mempraktikkan kedokteran Nabi.

Penulis telah menulis beberapa buku dan di banyak media, serta sering menjadi pembicara di seminar dan TV.



“Cerdas dan sangat mudah dimengerti.”

-Ferrasta ‘Pepeng’ Soebardi, Artis



“Sederhana dan mudah diamalkan. Tidak hanya menarik, tetapi juga insya Allah bermanfaat.”

-Prof. Samsuridjal Djauzi, Pengasuh Ruang Konsultasi Kesehatan Kompas Minggu